Kemenperin, DPR dan BDI gelar pelatihan vokasi industri berbasis sistem 3-in-1
Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI telah menggelar pelatihan vokasi industri berbasis sistem 3-in-1 (skilling) bertempat di gedung Bapermin Majalengka Jawa Barat, 21 - 27 Maret 2024.

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI telah menggelar pelatihan vokasi industri berbasis sistem 3-in-1 (skilling) bertempat di gedung Bapermin Majalengka Jawa Barat, 21 - 27 Maret 2024.
Acara yang diselenggarakan Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta tersebut dihadiri langsung Kepala BDI Ali Khomaini, Kasubag TU Euis Ratnasari dan anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi.
Anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi, usai penutupan pelatihan vokasi industri berbasis sistem 3-in-1 (skilling) menjelaskan, sedikitnya 300 peserta lulusan S1 mengikuti pelatihan yang digelar Balai Diklat Industri Jakarta selama 6 hari.
Ia mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang merupakan partner kerja komisi VII DPR RI, yang menurutnya pelatihan tersebut sangat menyentuh untuk kebutuhan masyarakat. Nurhasan menyebut, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
"Apresiasi Kementrian Perindustrian partner kerja saya di komisi VII, program ini menyentuh untuk kebutuhan masyarakat. Ini pelatihan 6 hari luar biasa, secara knowledge dapat sertifikat BNSP, sekaligus untuk syarat kerja supaya lebih kompeten," ungkap Nurhasan Zaidi, Rabu (27/3).
Menurutnya Majalengka memiliki posisi strategis, akan menjadi kota besar, dengan keberadaan Bandara, Waduk dan Tol, ia mencontohkan akses Majalengka - Jakarta dulu menempuh jarak hingga 10 jam, tapi sekarang hanya 2,5 jam sudah sampai. Apalagi menggunakan pesawat, Halim - Kertajati hanya 15 menit.
Ia menandaskan, era global ini kesiapan SDM sangatlah penting, sehingga pelatihan dilakukan selama 6 hari yang rata-rata diikuti peserta S1
"Yang terlatih ini sama dengan ilmu 4 semester, jadi 6 hari ini mudah mudahan memberi kemanfaatan buat masyarakat, mereka rata-rata S1, kaum milenial. memang digital marketing memang harusnya yang terampil, bukan hanya digital marketing tapi barista juga ada," ungkapnya.
"Peserta ada 300 orang masing-masing 100 orang untuk dapil SMS (Sumedang, Majalengka, Subang). Kalau anaknya tangguh, memiliki spirit, semangat, ini ilmunya luar biasa, banyak orang bisnis dengan digital kemampuan marketing ini, luar biasa asal anaknya dia rajin terampil," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (28/3).
Sementara, Heri salah satu peserta pelatihan mengaku sangat bersyukur menjadi sebagian dari kegiatan tersebut karena sangat bermanfaat terutama dilihat dari sisi digital marketing serta mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
"Alhamdulillah, ini sangat bermanfaat karena dapat sertifikat juga," kata Heri,